Info Pengelola

Info Kuliner dikelola oleh PendidikanRiau.com Team Hendri Mamak [ Chef Koki Hotel Berbintang di Pekanbaru, Riau]

Jadi resep makanan dan minuman yang ada disini, tentunya sudah banyak dinikmati oleh tamu-tamu hotel.

Waspadai Jajanan Buka Puasa Mengandung Zat Berbahaya

Bulan puasa yang sebentar lagi akan tiba, sangat identik dengan jajajan berbuka. Menjamurnya pedagangan jajanan untuk berbuka menjadi pemandangan yang selalu ada disaat bulan penuh rahmat tersebut. Namun jajanan ini harus diwaspadai sebab banyak jajanan yang menggunakan bahan bahan yang berbahaya seperti pewarna tekstil dan pengawet yang sangat merugikan kesehetan jika dikonsumsi. Alasan pembuat makanan tersebut, agar tampilan dagangan mereka terlihat leboh menrik dengan warna yang mencolok

"Jangan mudah tertarik dengan tampilan makanan. Warna makanan yang mencolok bisa jadi karena penjualnya memakai bahan pewarna yang berlebihan, atau juga memakai pewarna tekstil jenis Rhodamin yang berbahaya bagi kesehatan," kata anggota DPRD Riau, Mukti Sanjaya kepada RiauNews, Selasa (18/08/2009) di DPRD Riau.


Menurutnya jajanan yang harus diwaspadai karena diduga mengandung zat pewarna, antara lain es sirop, saus sambal, dan manisan. Selain itu, lanjut Lestaryono, masih ada pula jenis jajanan lain yang mungkin mengandung bahan pengawet berbahaya, seperti boraks dan formalin, misalnya siomay, mi, bakso, atau cilok (tepung kanji goreng).

Padahal jajanan anak seperti itulah yang wajib diwaspadai. Sebab, sekali lagi, makanan itu dibuat dengan mencampurkan zat berbahaya, misalnya formalin atau boraks untuk pengenyal bakso, rhodamin untuk bahan pewarna camilan, kemudian sakarin untuk pemanis sirup.

Selain itu khusus untuk makanan yang dijual dalam kemasan plastik atau kaleng, Lestaryono juga mengingatkan masyarakat agar melihat tanggal kedaluwarsa dan nomor registrasi dari dinas kesehatan. Sebab, kerap kali dijumpai makanan yang hampir kedaluwarsa beredar di pasar atau toko-toko menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Kondisi kemasan makanan juga harus diperhatikan, tidak boleh rusak atau kembung.

"Mamaknai ramadha harus jujur, harus mementikan kepentingan orang lain. Mencampuri jajanan dengan zata berbahaya selain mendapat dosa, juga bisa dikanakan hukum pidana, karena sudah mencelakakan orang yang tengah berpuasa. Secara bisnis tidak perlu kawatir tidak laku, "ujarnya. Sumber : RiauNews.com
 
Copyrighted 2009-2013 PendidikanRiau.com | Catering Pekanbaru